Ratusan Kios Pedagang Tutup, Retribusi Pasar Palimanan Baru Tembus 45 Persen

Kepala Disdagin Kabupaten Cirebon Kabupaten Cirebon Suhartono SSos MSi
BERI PENJELASAN: Kepala Disdagin Kabupaten Cirebon Kabupaten Cirebon, Suhartono SSos MSi saat menjelaskan terkait kondisi Pasar Palimanan, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pasar Palimanan tak seramai dulu. Suara tawar menawar yang dulu menjadi denyut nadi pasar tradisional itu semakin pelan terdengar.

Revitalisasi bangunan pasar tradisional itulah yang mengubah segalanya. Padahal, bangunan pasar terlihat lebih megah dan tertata. Mirisnya, ratusan pedagang enggan berdagang di lokasi semula. Sepertinya, ada yang salah dari konsep pembangunan lantai dua.

Pasar Minggu–biasa orang Cirebon menyebutnya, yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp15 miliar kini kehilangan sebagian besar aktivitas ekonominya.

Baca Juga:DPRD Ultimatum PT Indowooyang, Dua Pekan Harus Bereskan Administrasi KetenagakerjaanRibuan Paket Sembako Ludes Diserbu Warga, Harga Lebih Terjangkau, DPC PDIP Gelar Gerakan Pangan Murah 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon, Suhartono SSos MSi mengakui, kondisi Pasar Palimanan saat ini jauh lebih sepi dibandingkan sebelum direvitalisasi.

Aktivitas jual beli di kios, los maupun lapak pedagang mengalami penurunan cukup signifikan.

“Salah satu pemicunya memang faktor fisik bangunan pasar yang berubah menjadi dua lantai,” ujar Suhartono kepada Radar Cirebon, Selasa (28/7), didampingi Kabid Sarana dan Pelaku Distribusi Disdagin Kabupaten Cirebon, Teguh Mulyono.

Menurutnya, perubahan desain bangunan ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan karakter pasar tradisional.

Pedagang yang sebelumnya berjualan di lantai dasar sempat ditempatkan di lantai dua. Namun, minimnya pengunjung membuat mereka memilih kembali turun ke bawah.

Di sisi lain, jumlah pedagang aktif terus menyusut. Dari total 527 pedagang yang tercatat memiliki kios, los maupun lapak, hanya 302 pedagang yang masih aktif berjualan. Sebanyak 225 pedagang memilih menutup usahanya dan tidak lagi memanfaatkan tempat yang tersedia.

“Jumlah pedagang Pasar Palimanan yang terdiri dari kios, los maupun lemprakan itu ada 527. Dari jumlah tersebut, 225 pedagang tutup,” ungkapnya.

Baca Juga:5 Kecamatan Mulai Krisis Air Bersih, Ini Langkah Antisipasi dari BPBD CirebonPermainan Bakiak Kalahkan Handphone, Hari Anak Nasional di SDN Jabang Bayi Penuh Tawa

Suhartono mengungkapkan, pembangunan Pasar Palimanan dengan konsep lantai dua itu sudah melalui kajian. Salah satunya adalah, keterbatasan lahan. Di satu sisi jumlah pedagang cukup banyak.

Sementara ruang yang tersedia tidak mampu mengakomodasi seluruh pedagang dengan pola aktivitas pasar tradisional yang selama ini berjalan.

“Tapi kami tidak tinggal diam melihat kondisi itu. Berbagai upaya pun dilakukan agar pasar tersebut dapat kembali dimanfaatkan secara optimal dan mampu menarik minat pedagang maupun pembeli,” katanya.

0 Komentar