Syamsul menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menghindari pembakaran lahan maupun sampah di area terbuka, serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api atau wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih agar dapat segera ditangani.
Musim Kemarau, Distan Cirebon Klaim Belum Ada Sawah Terdampak Kekeringan
MEMASUKI musim kemarau, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memastikan kondisi lahan pertanian di wilayahnya masih relatif aman dari ancaman kekeringan.
Hingga saat ini, belum ditemukan areal persawahan yang mengalami kekeringan yang berpotensi mengganggu aktivitas tanam maupun produksi pertanian.
Baca Juga:Bentuk Satgas Sungai, Siapkan Pemasangan Trash BarrierPedagang Desak Usut Tuntas Penyebab Kebakaran, Pasar Tegalgubug Dua Kali Terbakar dalam Sepekan
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Dr Deni Nurcahya ST MSi mengatakan, kondisi tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan sistem pompanisasi di sejumlah wilayah pertanian.
Keberadaan pompa air dinilai mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan sawah yang masih menjalankan musim tanam pada periode kemarau.
Menurut Deni, pompanisasi menjadi salah satu solusi yang efektif untuk mengantisipasi dampak berkurangnya debit air saat musim kemarau.
Dengan sistem tersebut, petani tetap dapat memperoleh pasokan air dari sumber-sumber yang masih tersedia sehingga aktivitas budidaya pertanian tidak terganggu.
“Hingga pertengahan musim kemarau ini belum ada lahan pertanian di Kabupaten Cirebon yang mengalami kekeringan. Salah satu faktor yang mendukung kondisi tersebut adalah sistem pompanisasi yang berjalan dengan baik sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian masih dapat terpenuhi,” ujar Deni.
Dijelaskannya, kondisi tersebut berbeda dengan lahan pertanian tadah hujan yang memang tidak lagi melakukan penanaman ketika memasuki musim kemarau.
Pola tanam di kawasan tersebut sejak awal telah disesuaikan dengan kondisi iklim dan ketersediaan air, sehingga petani tidak memaksakan penanaman saat curah hujan mulai menurun.
Baca Juga:Pelibatan APH Kurang Tepat, Kepatuhan Pajak Bergantung pada Manfaat yang Dirasakan MasyarakatCirebon Siap Gelar Festival Topeng Internasional 2026
Menurutnya, sebagian besar lahan pertanian tadah hujan berada di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Kawasan tersebut memang lebih bergantung pada curah hujan dibandingkan jaringan irigasi teknis. Oleh karena itu, ketika musim kemarau tiba, sebagian petani memilih menghentikan sementara aktivitas tanam sambil menunggu datangnya musim hujan berikutnya.
Meski demikian, Deni memastikan kondisi tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kekeringan yang menyebabkan puso atau gagal panen.
