Debit Air Setu dan Embung Menyusut, Kemarau, Sejumlah Desa Kekurangan Pasokan Air Bersih 

debit air Setu Patok 2026
MENYUSUT: Penurunan debit air Setu Patok dimanfaatkan warga setempat dengan menanam sayuran dan areal setu, kemarin. Dampak kekeringan membuat sejumlah desa dan areal pertanian kekurangan pasokan air. FOTO: SENO DWI PRIYANTO/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Cirebon. Sejumlah desa mengalami krisis air bersih, sementara lahan pertanian di beberapa wilayah mulai terdampak akibat berkurangnya pasokan air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon terus melakukan pemantauan dan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, hingga awal Agustus ini pihaknya telah mencatat sejumlah desa yang mengalami kekeringan.

Baca Juga:Gerakan Cegah Anemia Dimulai dari Ruang Kelas, Lima Siswi SMAN 5 Jadi Duta Rem CIENTAAneh! Wawali Baru Tahu, Baru Mengetahui Nama Dewas dan Direksi saat Pelantikan 

Untuk kebutuhan air bersih, wilayah yang terdampak meliputi Desa Winduhaji Kecamatan Sedong, Desa Sampiran Kecamatan Talun, Desa Slangit Kecamatan Klangenan, dan Desa Sibubut Kecamatan Gegesik.

“Untuk wilayah yang mengalami kelangkaan air bersih, kami sudah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat,” kata Syamsul Huda.

Selain berdampak pada kebutuhan air bersih, musim kemarau juga mulai memengaruhi sektor pertanian.

BPBD mencatat, lahan pertanian di Desa Geyongan dan Desa Kebonturi Kecamatan Arjawinangun, mulai mengalami kekurangan pasokan air sehingga berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.

BPBD juga terus memantau kondisi embung, setu, dan waduk di Kabupaten Cirebon. Meski debit air mengalami penyusutan cukup signifikan akibat kemarau, sebagian besar sumber air tersebut masih memiliki cadangan air.

Lebih lanjut, dijelaskan Syamsul Huda, kondisi tersebut masih terbantu oleh hujan dengan intensitas ringan yang turun pada Juni hingga Juli lalu.

Curah hujan tersebut membuat pasokan air di sejumlah waduk dan setu belum mengalami kekeringan total.

Baca Juga:Target Perubahan Arus Lalu Lintas Sukalila SeptemberDari Pelatihan yang Digelar Program Studi D-III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Kampus Cirebon 

BPBD Kabupaten Cirebon memastikan pemantauan akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung.

Langkah tersebut bertujuan agar distribusi bantuan air bersih maupun penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat sesuai kebutuhan masyarakat.

Hal berbeda disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr Deni Nurcahya ST MSi. Menurutnya, kondisi lahan pertanian di wilayahnya masih relatif aman dari ancaman kekeringan.

Hingga saat ini, kata Deni, belum ditemukan areal persawahan yang mengalami kekeringan yang berpotensi mengganggu aktivitas tanam maupun produksi pertanian.

Kondisi tersebut, tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan sistem pompanisasi di sejumlah wilayah pertanian.

0 Komentar