Produk Baru Koperasi ANAS Majalengka, Nabung 5 Juta Bisa Kurban Setiap Tahun Selama 5 Tahun

Produk Baru Koperasi ANAS Majalengka, Nabung 5 Juta Hadiah Hewan Kurban Setiap Tahun Selama 5 Tahun
Produk Baru Koperasi ANAS Majalengka, Nabung 5 Juta Hadiah Hewan Kurban Setiap Tahun Selama 5 Tahun
0 Komentar

“Koperasi ANAS ini mempunyai gagasan nabung Rp5 juta, bisa berkurban dan beribadah setiap tahun,” kata Redi.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti program akan mendapatkan hewan kurban setiap tahun sesuai ketentuan program dan ketentuan syariat Islam. Hewan tersebut juga akan dikirim langsung kepada peserta tanpa biaya pengiriman.

“Setiap tahunnya kita akan kirim berupa kambing sesuai juknas-juknis dan hukum syariat Islam. Program pengiriman juga gratis. Kami akan kirim secara langsung kepada penitip tabungan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:Telusuri Jalan Berbatu, Menemukan Ketenangan Jiwa di Pantai Panjiwa Sumbermas2.500 Merah Putih Berkibar di Gedung Perundingan Linggarjati

Redi menambahkan, Koperasi ANAS menyiapkan tenaga profesional di bidang peternakan untuk mendukung pemeliharaan hewan. Dokter hewan juga disiapkan untuk memastikan kesehatan hewan yang menjadi bagian dari program.

“Di sini kami menyediakan praktisi peternakan dan dokter hewan yang standby,” ujarnya.

Menurutnya, peluncuran Investasi Surga sekaligus menandai dimulainya pemasaran produk tersebut kepada masyarakat.

“Kami siap menampung tabungan masyarakat yang hari ini mau menabung Rp5 juta untuk beribadah setiap tahun,” kata Redi.

Konsep tersebut lanjutnya, dikemas Koperasi ANAS dengan slogan “Kurban Setiap Tahun, Tabungan Akhirat Kita.” Program juga mengangkat nilai pahala berlipat, investasi akhirat, berbagi dan bermanfaat, serta hewan sehat, syar’i dan amanah.

Lokasi peluncuran Investasi Surga di P4S An-Nabawie Agrolestari tidak hanya berfungsi sebagai area peternakan. Kawasan yang dikelola Koperasi ANAS tersebut juga dikembangkan sebagai pusat kegiatan agribisnis, edukasi dan pengembangan pertanian.

Kepala Unit Agribisnis Koperasi ANAS Jajang Ade Rukmana mengatakan, pengembangan usaha koperasi diarahkan berdasarkan kajian dan kebutuhan pasar.

Baca Juga:24 Ribu Liter Air Bersih Dibagikan ke Pakembangan GarawangiSumber Air Mengering, Warga Kedung Kencana Gotong Royong Bangun Sarana Penyedia Air Bersih

Menurut Jajang, persoalan yang sering dihadapi petani bukan hanya soal produksi, tetapi juga kepastian pasar, modal, sarana produksi dan pendampingan.

“Kalau kita bertani, petani selalu bertanya, program apapun selalu nanya pasarnya ada atau tidak. Setelah pasar ada, mereka bertanya bagaimana caranya, kemudian dari mana modalnya,” ujar Jajang.

Karena itu, Koperasi ANAS berupaya membangun rantai agribisnis mulai dari pasar, produksi, sarana produksi hingga pendampingan petani.

Jajang mencontohkan pengembangan komoditas kedelai yang saat ini masih dalam tahap pengkajian dan pengembangan.Menurutnya, pengembangan komoditas dilakukan dengan melihat ketersediaan pasar, budaya produksi, permodalan, sarana produksi serta pendampingan.

0 Komentar