Ada Dua Proyek Hotel, Investasi Kota Cirebon Semester I 2026 Tembus Rp3,2 Triliun

Ilustrasi berita Investasi Kota Cirebon
Ilustrasi berita Investasi Kota Cirebon.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Realisasi investasi di Kota Cirebon pada semester I 2026 melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah. Berdasarkan data sistem Online Single Submission (OSS), nilai investasi yang masuk mencapai Rp3,231 triliun atau melampaui target tahunan sebesar Rp2 triliun.

Data dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi investasi sepanjang 2025 yang tercatat sebesar Rp1,9 triliun.

Capaian investasi tersebut berasal dari dua sumber utama, yakni Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). PMDN menyumbang investasi sebesar Rp2,4 triliun dari 14.811 perusahaan, sedangkan PMA mencapai Rp780 miliar yang berasal dari 81 perusahaan.

Baca Juga:Kunjungi Ponpes BIMA Cirebon, Menag Apresiasi Model Pendidikan Berdaya Saing GlobalPemerintah Desa di Cirebon Kembangkan Digitaisasi Layanan Berbasis Website

Secara bulanan, realisasi investasi pada Januari tercatat sebesar Rp464,775 miliar, Februari Rp171,871 miliar, Maret Rp157,035 miliar, April Rp850,362 miliar, Mei Rp359,872 miliar, dan melonjak menjadi Rp1,227 triliun pada Juni. Dengan demikian, total investasi selama Januari hingga Juni mencapai Rp3,231 triliun.

Pertumbuhan investasi didorong oleh meningkatnya aktivitas pembangunan di sektor perhotelan. Sejumlah proyek yang tengah berjalan di antaranya pembangunan Hotel Harris di bekas lahan eks Giant di Jalan Bypass Brigjen HR Dharsono, proyek hotel baru di kawasan Kesambi, serta rehabilitasi Hotel Green di Jalan Veteran.

Selain sektor perhotelan, investasi juga tumbuh di sektor perdagangan dan jasa, khususnya usaha kuliner seperti kafe dan kedai kopi. Tren investasi baru juga mulai terlihat pada pembangunan fasilitas olahraga, seperti lapangan padel, yang membutuhkan lahan luas dengan nilai investasi mencapai miliaran rupiah.

Pemerintah Kota Cirebon optimistis tren positif tersebut akan berlanjut hingga akhir tahun. Dengan berbagai proyek yang masih berjalan, nilai investasi pada 2026 ditargetkan dapat menembus Rp4 triliun.

Optimisme tersebut didukung kemudahan perizinan melalui integrasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Cirebon dengan sistem OSS. Integrasi tersebut membuat proses perizinan investasi menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

0 Komentar