Kekeringan Meluas, Pemkab Sudah Gelontorkan 69 Ribu Liter Air Bersih
MUSIM kemarau membuat sejumlah desa di Kabupaten Cirebon mengalami krisis air bersih. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah.
Penanganan dilakukan mulai dari distribusi air bersih sebagai solusi darurat hingga pembangunan sumber air dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Syamsul Huda mengatakan, sedikitnya 11 desa telah mengalami krisis air bersih dan mengajukan bantuan kepada BPBD.
Baca Juga:Usia Produktif Lebih Dominan, Temukan 144 Kasus Baru HIV, Dinas Kesehatan Perkuat Screening dan Pengobatan Jemput Masa Depan di Expo Pendidikan SMA Santa Maria 1 Cirebon, Hadirkan 25 Perguruan Tinggi Swasta Terkenal
Desa tersebut meliputi Sibubut, Kreyo, Slangit, Cupang, Karangwuni, Panongan, Panongan Lor, Sampiran, Buyut, dan Muara.
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, BPBD terus melakukan dropping atau pengiriman air bersih.
Hingga kini, sekitar 69 ribu liter air telah disalurkan ke sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air. “Untuk jangka pendek yakni dengan bantuan air bersih,” ujar Syamsul.
Namun, distribusi air dinilai hanya menjadi solusi sementara. Pemkab Cirebon mulai menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan setiap musim kemarau.
Syamsul mengatakan, pemerintah akan mencari sumber air bersih di sekitar desa yang mengalami kekeringan.
Jika ditemukan sumber air yang layak, pemerintah akan mendorong pembangunan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Pamsimas diharapkan dapat menyediakan sumber air yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga:Muludan di Pengguron Pegajahan CirebonASN Pensiun 169 Orang, PPPK Juga Sudah Ada yang Pensiun
“Penanganan jangka menengah dan panjang yakni mencari sumber air bersih di sekitar desa yang mengalami kekeringan. Setelah itu akan dilakukan pembangunan Pamsimas yang bisa diperuntukkan oleh seluruh masyarakat desa,” jelasnya.
Selain mengembangkan sumber air di tingkat desa, Pemkab Cirebon juga menyiapkan solusi berskala regional melalui SPAM Regional Jatigede.
Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Cirebon Dadang Priyono mengatakan, pemkab telah mengajukan penawaran harga pembelian air kepada pengelola SPAM Regional Jatigede yang dioperasikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pemkab Cirebon mengusulkan harga Rp3.907 per meter kubik. Penawaran tersebut telah disampaikan sejak Juli 2025, tetapi hingga kini belum mendapat jawaban dari Pemprov Jawa Barat.
