Tak Hanya Ibu Hamil, Dinkes Cegah Stunting dari Remaja Putri

aksi cegah stunting
INTERAKTIF: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj Eni Suhaeni SKM MKes memberikan edukasi kepada remaja putri dalam acara aksi cegah stunting di SMPN 1 Gebang, kemarin. FOTO: DISKOMINFO FOR RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pencegahan stunting di Kabupaten Cirebon terus diperkuat sejak usia remaja. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mendorong remaja putri menjaga kesehatan reproduksi dan memenuhi kebutuhan gizi sebagai langkah pencegahan stunting dalam jangka panjang.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Aksi Cegah Stunting di SMPN 1 Gebang, akhir pekan kemarin.

Sebanyak 200 siswi mengikuti kegiatan yang dikemas melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan edukasi Pola Hidup Sehat (PHS).

Baca Juga:Sampah Rumah Tangga Disulap Jadi Sabun, Warga GSP Karyamulya Cirebon Ikuti Pelatihan Eco EnzymeLunas PBB Dapat Hadiah Umrah, Bapenda Cirebon Siapkan 44 Kuota untuk Desa 

Kegiatan diisi dengan senam bersama, sarapan bersama, minum Tablet Tambah Darah (TTD), serta edukasi dan penyuluhan mengenai kesehatan, gizi, anemia dan pencegahan stunting dengan menghadirkan narasumber dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) dan Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI).

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes mengatakan, pencegahan stunting tidak boleh hanya difokuskan pada balita dan ibu hamil. Remaja putri juga menjadi kelompok penting karena mereka merupakan calon ibu.

“Adik-adik remaja putri ini adalah calon ibu di masa depan. Pencegahan stunting tidak dimulai saat hamil atau setelah anak lahir, tetapi harus dimulai sejak usia remaja putri dengan menjaga kesehatan reproduksi dan kecukupan gizi,” ujar Eni.

Menurut Eni, remaja putri memiliki risiko mengalami anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan. Karena itu, kebutuhan zat besi harus diperhatikan, salah satunya melalui konsumsi TTD secara rutin.

“Remaja putri sangat rentan mengalami anemia, karena mengalami siklus haid setiap bulannya. Oleh karena itu, rutin mengonsumsi tablet tambah darah seminggu sekali sangat penting untuk mencegah anemia agar nantinya tidak melahirkan bayi stunting,” jelasnya.

Edukasi konsumsi TTD menjadi salah satu fokus kegiatan. Para siswi didorong menjadikan konsumsi TTD sebagai kebiasaan untuk mencegah anemia sejak dini.

Dinkes juga meminta pihak sekolah ikut memastikan kebiasaan tersebut terus dilakukan secara rutin sesuai anjuran.

Baca Juga:Terima Audiensi, Kajari Buka Ruang Pengawasan Publik Terima Audiensi, Kajari Buka Ruang Pengawasan Publik 

Dengan demikian, pencegahan anemia tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perilaku kesehatan sehari-hari.

Selain gizi dan pencegahan anemia, Dinkes mendorong penerapan Germas di lingkungan sekolah.

0 Komentar