Pasien Harus Terlayani dengan Baik, Dinkes Diminta Lakukan Pemetaan Tingkat Keterisian Kamar di Berbagai RS

RSD Gunung Jati
LONJAKAN PASIEN: RSD Gunung Jati menjadi salah rumah sakit yang belakangan ini mengalami lonjakan pasien anak dengan keluhan demam tinggi, batuk pilek, dan infeksi saluran pernapasan akut. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

Dinkes terus mengupayakan data yang lebih mutakhir, termasuk data harian sejak 1 September. “Untuk September ini, kasus apa yang sedang merebak, kami masih melihatnya,” ujarnya.

Dari komunikasi dengan sejumlah tenaga medis, keluhan demam tinggi, batuk pilek, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) cukup banyak ditemukan. Laporan puskesmas juga menunjukkan ISPA menjadi kasus yang tinggi.

Sementara data RSD Gunung Jati pada Agustus menunjukkan kasus rawat inap terbanyak adalah infeksi virus pada saluran cerna. Data tersebut belum bisa menggambarkan kondisi September. Dinkes masih menunggu perkembangan hingga akhir bulan dan berupaya memperoleh data harian untuk melihat perubahan kasus lebih cepat.

Baca Juga:Jaga Sawah Jabar-Banten Tetap Produktif, Kementan Bangun 999 Jaringan Irigasi TersierNikmati Pensiun, Purbaya: Saatnya Mancing

Kadinkes juga melihat kondisi cuaca sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan. September berlangsung dalam kemarau panjang dengan suhu udara yang panas. Angin yang cukup besar membuat udara menjadi kering.

Perubahan kondisi lingkungan dan iklim, menurut dia, dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Lingkungan memiliki proporsi sekitar 40 persen dalam memengaruhi kesehatan manusia. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan memberikan informasi mengenai penyebaran virus influenza A. Dinkes Kota Cirebon belum dapat memastikan apakah peningkatan kasus yang terjadi berkaitan dengan virus tersebut. Pemeriksaan influenza A memerlukan panel virus secara khusus.

Karena pemeriksaan itu belum tersedia di tingkat kota, Dinkes belum memiliki data untuk memastikan penyebab kasus yang meningkat. “Kalau melihat gejala-gejalanya, memang mengarah pada infeksi saluran pernapasan,” kata Maria.

Sebagian infeksi saluran pernapasan dapat berkembang menjadi komplikasi, termasuk gangguan pada paru-paru. Kelompok rentan menjadi perhatian, terutama mereka yang memiliki asma, diabetes, atau kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Pada saat yang sama, Dinkes mulai memantau kapasitas ruang rawat inap rumah sakit.

Bidang pelayanan kesehatan lanjutan berkolaborasi dengan bidang penanggulangan penyakit untuk mengecek kondisi rumah sakit, termasuk kemungkinan adanya waiting list pasien.

Menurut Maria, antrean ICU merupakan kondisi yang cukup sering terjadi karena kapasitasnya terbatas. Yang menjadi perhatian adalah apabila daftar tunggu terjadi karena ruang rawat inap biasa tidak tersedia. “Kalau waiting list-nya karena ruang rawat inap, nah, ini yang perlu menjadi perhatian,” jelas eks manajemen RS Gunung Jati tersebut.

0 Komentar