Sementara itu, mengenai aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Cirebon, ia mengatakan saat ini lebih banyak komoditas curah kering, khususnya batubara. Bahkan saat ini di Pelabuhan Cirebon aktivitas bongkar muat curah kering terus menunjukkan tren yang positif.
Sebagian besar pasokan batubara yang dibongkar di pelabuhan ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri besar di wilayah Jawa Barat, seperti industri semen dan tekstil di kawasan Bandung dan sekitarnya.
Menurut Hari, Pelabuhan Cirebon termasuk pelabuhan istimewa, satu-satunya pelabuhan yang menjadi pintu gerbang utama logistik di Jawa Barat, di samping Pelabuhan Patimban. “Di Jawa Barat ada dua pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan Pelindo, yaitu Pelabuhan Cirebon dan Patimban. Walaupun Pelabuhan Patimban itu milik swasta, tapi operator pelabuhan tetap di bawah kendali PT Pelindo,” ujar Hari saat memberikan keterangan di area dermaga, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga:Masa Jabatan Dirut PDAM Kabupaten Cirebon Berakhir, Bupati Siapkan PltMatangkan Seleksi Sekolah Maung, Infrastruktur Aplikasi dan Perangkat Komputer Dipastikan Rampung Hari Ini
Hari menceritakan, selain melayani komoditas curah kering, Pelabuhan Cirebon juga dilengkapi dengan fasilitas instalasi untuk komoditas curah cair. Saat ini, terdapat sekitar empat perusahaan yang aktif memanfaatkan fasilitas tersebut untuk aktivitas bongkar muat, mulai dari aspal, CPO, dan dan minyak sawit mentah.
Sistem bongkar muat curah cair dilakukan secara langsung dari kapal sandar yang kemudian dialirkan menuju tangki-tangki penimbunan (tanki timbun) yang tersedia di area pelabuhan sebelum akhirnya didistribusikan ke berbagai daerah. Salah satu perusahaan besar yang memanfaatkan jalur distribusi curah cair terjauh di pelabuhan ini adalah Charoen Pokphand untuk komoditas CPO.
Adapun rute distribusi logistik terjauh untuk komoditas curah kering dari pelabuhan ini mencakup beberapa wilayah. Di antaranya Bandung (Jawa Barat), Ajibarang (Jawa Tengah), Songgom (Jawa Tengah), dan Tegal (Jawa Tengah).
Tingginya persentase aktivitas bongkar muat yang mencapai 98% di Pelabuhan Cirebon ini disebabkan oleh posisi strategis wilayah Jawa Barat bagian timur yang menjadi pusat industri, namun tidak memiliki sumber daya tambang sendiri, sehingga sangat bergantung pada pasokan komoditas dari luar daerah melalui jalur laut.
PTP Nonpetikemas Cirebon juga jadi gerbang ekonomi dengan melayani pembongkaran garam impor dari Australia dan jagung dari Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk pakan ternak. Kata Hari, PTP NonPetikemas melayani berbagai jenis komoditas utama. Tidak hanya curah cair, curah kering, general cargo, tapi juga bag cargo.
