Selain semen curah, Pelabuhan Cirebon juga aktif memfasilitasi kegiatan industri offshore (lepas pantai) berupa pengiriman project cargo atau alat-alat berat untuk berbagai proyek strategis. Tak hanya sektor industri dan infrastruktur, Pelabuhan Cirebon juga mengambil peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Baru-baru ini, bersinergi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mendistribusikan komoditas beras.
Beras tersebut diserap dari wilayah cakupan Bulog seperti Cirebon dan Losarang, kemudian dimuat melalui Pelabuhan Cirebon untuk dikirimkan menuju Dumai, Riau. “Untuk komoditas Bulog, baru satu kapal yang dikirimkan ke Dumai dengan muatan sekitar 2.000 ton. Karena ini menyangkut kebutuhan pangan masyarakat, tentu menjadi prioritas utama yang kami dahulukan,” jelasnya.
Dengan kelancaran arus keluar-masuk barang tersebut, Pelabuhan Cirebon terbukti menjadi motor penggerak ekonomi yang vital bagi Jawa Barat, khususnya dalam menghubungkan industri lokal dengan pasar antarpulau.
Baca Juga:Masa Jabatan Dirut PDAM Kabupaten Cirebon Berakhir, Bupati Siapkan PltMatangkan Seleksi Sekolah Maung, Infrastruktur Aplikasi dan Perangkat Komputer Dipastikan Rampung Hari Ini
Saat ditanya mengenai kesiapan fasilitas ke depan, Hari Priyatna menegaskan bahwa Pelabuhan Cirebon selalu siap menyerap dan mendukung seluruh kegiatan pemuatan dari industri-industri di wilayah Cirebon dan sekitarnya. “Secara kapasitas dan infrastruktur, pelabuhan ini sebenarnya sudah sangat memadai dan mumpuni untuk mendukung berbagai kegiatan muat tersebut,” terangnya.
Sebagai salah satu pelabuhan multipurpose di jalur Pantura Jawa Barat, Pelabuhan Cirebon memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi berbagai komoditas nasional. Selain garam, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga melayani komoditas curah kering lainnya seperti batubara, pasir, semen, gypsum, jagung, cangkang sawit, bungkil dan juga komoditas curah cair seperti aspal, RBD oiled, CPO, bio solar, serta komoditas general cargo seperti project cargo, offshore/rig.
Sementara itu, kinerja operasional PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, realisasi trafik tercatat mencapai 1.359.261 ton/m3 atau tumbuh 27,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.062.634 ton/m3. Capaian tersebut juga melampaui RKAP sampai dengan bulan April 2026 sebesar 104,27 persen dengan realisasi April 2026 mencapai 433.747 ton/m3. (*)
