Salah satu aktivitas utama yang sedang berlangsung adalah pembongkaran komoditas curah kering berupa garam kasar (garam industri) yang diimpor dari Australia. Total muatan garam tersebut mencapai 14.983 ton. Karena kapal pengangkut memiliki draft (jarak muat aman) setinggi 10 meter, kapal besar itu tidak dapat langsung bersandar di dermaga Pelabuhan Cirebon. Sebagai solusinya, pihak pelabuhan menerapkan metode ship-to-ship (pindah kapal) di tengah laut. Muatan dibongkar dan dipindahkan ke dua kapal tongkang.
Proses bongkar dilakukan melalui pemindahan muatan dari kapal MV IPSWICH BAY ke BG Emmery 28 dan BG Castbay 3002 dengan kapasitas masing-masing lebih kurang 7.500 ton sebelum dibawa menuju ke dermaga Pelabuhan Cirebon dan dikirim ke stockpile milik PT Niaga Garam Cemerlang yang berlokasi sekitar 11 kilometer dari pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan industri nasional.
Selain garam, Pelabuhan Cirebon juga menerima pasokan jagung domestik yang dikirim dari Pelabuhan Dompu NTB. Komoditas ini diangkut oleh dua kapal yani Kapal Bunga Melati 21 membongkar 2.200 ton dan Kapal Langgeng membongkar 2.500 ton jagung. Jagung curah kering ini, menurut Hari, diperuntukkan sebagai bahan baku pakan ternak yang akan langsung dikirim ke gudang-gudang produsen pakan besar di wilayah Cirebon, seperti PT Charoen Pokphand dan PT Japfa Comfeed.
Baca Juga:Masa Jabatan Dirut PDAM Kabupaten Cirebon Berakhir, Bupati Siapkan PltMatangkan Seleksi Sekolah Maung, Infrastruktur Aplikasi dan Perangkat Komputer Dipastikan Rampung Hari Ini
Ia menegaskan bahwa Pelabuhan Cirebon memiliki peran yang sangat strategis sebagai interkoneksi logistik antarpulau. Seluruh komoditas yang datang dari wilayah Kalimantan dan Sumatera bersandar di Pelabuhan Cirebon untuk memenuhi kebutuhan berbagai wilayah hilir.
Distribusi logistik dari Pelabuhan Cirebon tercatat menjangkau wilayah yang sangat luas, meliputi Bandung Raya dan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Juga wilayah Jawa Barat lainnya seperti Purwakarta dan Karawang. Lalu, wilayah Jawa Tengah bagian barat, termasuk Ajibarang, Tegal, dan Brebes.
Pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran arus barang demi menyokong stabilitas industri dan ketahanan pangan di tanah air. Belum lama ini, melalui Pelabuhan Cirebon juga dilakukan pengiriman semen curah yang diproduksi oleh Indocement.
Hari Priyatna mengungkapkan bahwa komoditas semen curah tersebut didistribusikan ke berbagai wilayah luar pulau, salah satunya Kalimantan. “Untuk tahun 2026 ini memang (semen curah) belum ada, tapi pada tahun sebelumnya (2025), volume pengiriman semen curah dari sini sempat mencapai kisaran 90.000 ton,” ujarnya.
