MAJALENGKA – Abrasi di bantaran sungai yang melintasi Desa Cibodas, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, semakin mengkhawatirkan. Gerusan arus sungai yang terus terjadi telah mengikis lahan pertanian warga hingga sekitar 10 meter.
Hingga kini, belum ada penanganan dari pemerintah. Kondisi tersebut membuat warga khawatir abrasi terus meluas dan mengancam lahan pertanian produktif di sekitar bantaran sungai.
Pantauan di lokasi, Minggu (21/6/2026), menunjukkan sebagian tebing sungai telah longsor dan menyisakan dinding tanah yang curam. Bekas gerusan air tampak jelas di sepanjang bantaran sungai.
Baca Juga:Pastikan Pengerjaan Jalan Sesuai Spek, Pemdes Paningkiran Awasi Langsung Proyek RehabilitasiSPAM Cibeureum Didorong Segera Terwujud, Solusi Kekeringan Kuningan Timur
Di sejumlah titik, jarak antara aliran sungai dengan lahan pertanian warga semakin dekat. Kondisi itu meningkatkan risiko longsor susulan, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.
Ketua RT setempat, Nana, mengatakan abrasi telah berlangsung cukup lama. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, tingkat pengikisan bantaran sungai semakin parah akibat derasnya arus.
“Kurang lebih sudah sekitar 10 meter lahan pertanian yang tergerus. Sampai sekarang belum ada penanganan. Kami khawatir kalau dibiarkan, abrasi akan semakin meluas dan merugikan masyarakat,” ujar Nana saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, warga telah berupaya melakukan penanganan secara swadaya. Namun, keterbatasan kemampuan membuat upaya tersebut belum mampu menghentikan laju abrasi.
Ia menilai kondisi bantaran sungai memerlukan penanganan permanen melalui pembangunan pengaman tebing, seperti bronjong atau talud, maupun normalisasi alur sungai agar gerusan air dapat dikendalikan.
“Kami berharap pemerintah segera turun ke lapangan. Penanganan harus dilakukan secepat mungkin karena setiap kali debit air meningkat, tanah kembali longsor dan lahan pertanian terus berkurang,” katanya.
Selain mengancam lahan pertanian, abrasi juga dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga. Sejumlah petani masih beraktivitas di sawah yang berada sangat dekat dengan bibir tebing yang terus mengalami pengikisan.
Baca Juga:Jembatan Cijemit Kembali Dibuka, Hubungkan Tiga Desa di CiniruMahasiswa UNMA Terjun Langsung Pelajari Tata Kelola Administrasi Desa
Warga mengaku waswas jika sewaktu-waktu terjadi longsor, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai. Mereka berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan kajian teknis dan merealisasikan pembangunan pengaman tebing sebelum kerusakan semakin meluas.
Bagi masyarakat Desa Cibodas, sungai memiliki peran penting sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga. Karena itu, kondisi bantaran sungai yang aman menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas pertanian dapat terus berlangsung.
