DPRD Cirebon Minta Evaluasi Sektor Pajak Daerah yang Belum Optimal 

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon R Cakra Suseno SH
EVALUASI:  Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno SH mendorong Bapenda untuk terus mengoptimalkan potensi pajak yang belum memberikan kontribusi pada PAD, kemarin. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Realisasi penerimaan pendapatan pajak daerah Kabupaten Cirebon tahun 2025 tidak mencapai target. Dari target Rp567,9 miliar, realisasinya hanya Rp520,7 miliar atau 91,7 persen.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno SH mengatakan, secara umum capaian penerimaan pajak daerah sudah cukup baik.

Namun, masih terdapat beberapa jenis pajak yang realisasinya jauh dari target sehingga perlu mendapat perhatian serius.

Baca Juga:Pangkas Birokrasi, Kemenag Segera Sulap Layanan lewat Aplikasi QR KDRPelayanan RS Permata Cirebon Dipastikan Tetap Normal

“Rendahnya capaian pada beberapa sektor itu menunjukkan masih adanya potensi pendapatan yang belum tergali secara optimal,” ujar Cakra kepada Radar Cirebon.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Diungkapkan Cakra, dari target sebesar Rp12 miliar, realisasinya hanya sekitar Rp5 miliar.

Selain itu, penerimaan dari pajak sarang burung walet serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor hiburan juga mengalami penurunan.

“Karena itu, kami meminta Bapenda melakukan evaluasi secara menyeluruh dengan melihat karakteristik dan kendala yang dihadapi pada masing-masing jenis pajak,” terangnya.

Khusus untuk pajak MBLB, lanjut Cakra, mekanisme pemungutannya masih menggunakan sistem self assessment, yakni wajib pajak menghitung dan melaporkan sendiri besaran pajak yang harus dibayarkan.

Sistem itu, membutuhkan pengawasan yang lebih ketat agar pelaporan yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Pengawasan harus diperkuat sehingga potensi kebocoran penerimaan daerah dapat diminimalkan,” tuturnya.

Baca Juga:Tebar Sembako bagi Purnawirawan PolisiOlah Sampah Jadi Bahan Bakar Industri Semen

Politisi Partai Gerindra itu juga mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk terus menggali sumber-sumber pendapatan baru sekaligus mengoptimalkan potensi pajak yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Melalui langkah tersebut, Cakra berharap, kinerja penerimaan pajak daerah pada tahun-tahun mendatang dapat meningkat, sekaligus memperkuat kemampuan keuangan daerah dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sebelumnya, target penerimaan pajak daerah triwulan pertama tahun 2026 meleset. Realisasinya tak mencapai target.

Pasalnya, target yang ditetapkan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cirebon terlalu tinggi, yakni 25 persen per triwulan. Target ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yakni 15 persen.

0 Komentar