Jadi, sangat bisa jadi sekali, nanti semifinal, bahkan final Piala Dunia selanjutnya, menghadirkan tim-tim eksplosif dari Asia dan Afrika. Belum lagi menghitung risiko baru. Dimana, FIFA menggagas secara gila bahwa Piala Dunia akan meloloskan kualifikasi 64 tim finalis. Bisa dibayangkan nanti turnamen sakral ini akan menjadi becek dan licin seperti di Pasar Mambo.
Balik ke agenda final lusa nanti antara Spanyol dan Argentina, yang menyimpan segudang fakta dan tanda tanya. Siapa lebih cerdik? Luis de la Fuente atau Lionel Scaloni? Mana paling hebat, Alexis MacAllister atau Pedri? Bagaimana Lamine Yamal menjawab medsos yang menyebar foto ketika bayi dimandikan oleh Lionel Messi? Mengapa dikhawatirkan terjadi provokasi kaum ultras Argentina berperut buncit mengejar fans Espana? Bagaimana wasit dan hakim garis serta ruang VAR bisa menepis serangan bertubi-tubi dari seluruh penjuru yang mengendus isu VARgenFIFA.
Itu sedikit dari banyak pertanyaan yang menunggu jawaban. Dua pertanyaan yang sudah bisa dijawab, kapan dan dimana itu, bahwasannya, kick-off akan terjadi di Stadion New Jersey Senin (20/7) dini hari nanti pukul 02.00 WIB.
Baca Juga:Pendalaman Polisi pada Peristiwa Laka Maut di Jalan Turun GronggongPemkot-DPRD Harus Beri Contoh Efisiensi, Tunjangan hingga Kegiatan Seremonial Wajib Dievaluasi
Sambil menunggu itu, rasanya seperti terngiang-ngiang di telinga kita alunan irama melayunya bang Haji Rhoma Irama. Sungguh mati aku jadi penasaraaaaaaan. Eropa atau Amerika, Spanyol jangan-jangan Argentina, Julian Alvarez bisa jadi Yamal, Lionel Scaloni mungkin saja Luis de La Fuente, 120 menit malah adu penalty. (*)
