RADARCIREBON.ID – Hembusan angin kencang belakangan ini bikin waswas pengguna jalan. Pasalnya, angin kencang yang tak biasanya terjadi di musim kemarau ini menerpa atap rumah hingga pepohonan bergoyang hebat.
Di Kabupaten Cirebon, puluhan pohon di komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Cirebon yang rawan tumbang menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono ST MSi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan memangkas pohon yang berada di komplek Pemkab Cirebon.
Baca Juga:Antrean Panjang, Evaluasi Pengaturan APILLBalaikota Mulai Lengang, ASN Bersiap Bekerja di GCM, Meja Kursi Diangkut, Pekan Depan Kantor Aktif
Menurutnya, pemangkasan dilakukan untuk merapikan dahan-dahan yang sudah rapuh dan berpotensi membahayakan masyarakat, terutama saat terjadi angin kencang dan menjelang musim penghujan.
Dengan begitu, beban pohon menjadi lebih ringan tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai pelindung lingkungan.
“Pohon itu sejatinya adalah pelindung kehidupan. Yang dilakukan pun bukan menebangnya secara serampangan, melainkan merawatnya dengan baik,” ujar Dede kepada Radar Cirebon, Minggu (26/7).
Ditegaskannya, tidak semua pohon yang berada di tepi jalan menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Penanganannya pun disesuaikan dengan status jalan yang menjadi lokasi tumbuhnya pohon tersebut.
“Untuk pohon yang berada di kawasan kompleks perkantoran Pemkab Cirebon maupun di jalan kabupaten menjadi kewenangan DLH. Adapun pohon di jalan provinsi maupun jalan nasional menjadi kewenangan pemerintah yang lebih tinggi,” katanya.
Bahkan, kata Dede, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pernah menegaskan bahwa penanganan pohon di ruas jalan provinsi harus mendapatkan izin dari pemerintah provinsi.
Baca Juga:Cegah Identitas Ganda, Segera Terapkan Face Recognition, Disdukcapil Kabupaten Cirebon Terus Perkuat IdentitaDesak Revisi Regulasi Jamkesda, Layanan Dinilai Belum Tepat Sasaran, DPRD Usul Skema Berbasis Desil
Di balik keberadaan pohon, kata Dede, ternyata memiliki fungsi yang sangat penting bagi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Salah satunya sebagai peredam angin.
Contohnya, kondisi di ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Saat awal beroperasi dan belum banyak ditanami pohon, kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi lebih mudah terguncang oleh terpaan angin.
Berbeda dengan kondisi saat ini ketika pepohonan di sisi jalan sudah tumbuh rapat. “Dulu waktu pohonnya belum ada, mobil itu terasa goyang. Sekarang sudah lebih stabil karena tertahan pepohonan,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, pohon juga memiliki peran besar dalam menjaga kualitas udara. Indonesia sebagai negara tropis sangat membutuhkan keberadaan pohon sebagai penghasil oksigen alami.
