Bupati Kuningan Minta ASN Harus Jadi Problem Solver

Ist 
PELATIHAN: Puluhan ASN mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) BKPSDM Kabupaten Kuningan Angkatan I Tahun 2026, upaya peningkatan kualitas pelayanan birokrasi di Kabupaten Kuningan.
0 Komentar

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap kinerja. Ia menegaskan bahwa bekerja dan berkinerja merupakan dua hal yang berbeda.

“Kalau bekerja itu aktivitas, kalau berkinerja itu hasil dan dampak yang ditimbulkan,” jelasnya.

Menurut Bupati, ASN tidak dapat dikatakan berkinerja baik hanya karena rajin datang ke kantor. Hal yang lebih penting adalah perubahan yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut.

Baca Juga:Perkuat Pembinaan dan Pelayanan Jamaah Haji, Jamaludin Malik Nakhodai PFK KBIHU CirebonEris Sugiyanto Pimpin Lapas Kuningan

“Pemimpin itu tidak hanya bertanya, ‘apa yang sudah dikerjakan?’ Tapi tanyalah, ‘apa yang sudah berubah ke arah perbaikan dalam memberikan layanan?’” tegas Bupati.

Ia mencontohkan, perangkat daerah yang telah bekerja keras tetapi persoalan masyarakat tidak berubah atau keluhan terus bermunculan harus menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan evaluasi.

“Keberhasilan pemimpin atau ASN tidak hanya seberapa banyak pekerjaan yang dilakukan, tapi juga mampu menyelesaikan persoalan,” katanya.

Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan Beni Prihayatno SSos MSi didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Iis Risnawati SE menjelaskan PKP tersebut bertujuan membina kompetensi manajerial, akuntabilitas jabatan, dan pengendalian kegiatan pelayanan publik pada pejabat pengawas.

Pelatihan berlangsung 6 Juli hingga 18 November 2026 dengan metode Blended Learning, berupa kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka atau klasikal di Kampus UPTD Pengelola Fasilitas Pengembangan SDM BKPSDM Kuningan.

“Peserta diikuti oleh 34 orang pejabat pengawas dari berbagai instansi, Dinas, Badan, Kecamatan, hingga Kelurahan di lingkungan Pemkab Kuningan,” sebut Iis Risnawati, SE bersama Sekban BKPSDM, Hartanto, SH.

Materi utama pelatihan meliputi Penguatan Integritas, Kepemimpinan, serta Aktualisasi Kepemimpinan/Aksi Perubahan.

Baca Juga:Setelah ASN, BNN Siap Periksa 50 Anggota DPRD Kuningan Dukungan dari Provinsi Berkurang, Anggaran JKN Terancam Defisit, Dinkes Perketat Verifikasi Peserta PBI

Iis Risnawati mengatakan, melalui pelatihan tersebut seluruh peserta diharapkan dapat memenuhi Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Pengawas.

Kompetensi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan birokrasi di Kabupaten Kuningan.

Bagi Bupati Dian, ukuran keberhasilan ASN bukan sekadar seberapa banyak pekerjaan yang telah dilakukan. Lebih dari itu, aparatur dituntut mampu menyelesaikan persoalan dan menghasilkan perubahan yang memberikan dampak bagi masyarakat. (ags)

0 Komentar