Di tengah tingginya kebutuhan perbaikan, anggaran pemeliharaan UPT PJU juga memiliki keterbatasan. Setiap tahun, anggaran yang disiapkan untuk kebutuhan suku cadang dan pemeliharaan PJU berada di kisaran Rp300 juta hingga Rp400 juta.
Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan perbaikan, seperti MCB, kabel, lampu HPL, ballast, kontaktor, isolasi, dan berbagai material pendukung lainnya.
Jika dibandingkan dengan jumlah titik PJU yang harus dipelihara dan diperbaiki, anggaran tersebut menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi UPT PJU Dishub Kota Cirebon. Petugas dituntut untuk memastikan penerangan jalan tetap berfungsi, sementara kebutuhan material terus muncul seiring dengan banyaknya laporan kerusakan.
Baca Juga:RUU Perampasan Aset Jadi Ujian DPR, Dasco Cs Berani Mundur JikaTak Rampung pada 15 DesemberEvaluasi Haji 2026, Menhaj: Jangan Mainkan Data Jamaah
Ketersediaan suku cadang menjadi faktor penting dalam menentukan cepat atau tidaknya suatu gangguan dapat ditangani. Untuk kerusakan ringan dengan material yang tersedia, perbaikan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat. Namun, gangguan yang membutuhkan penggantian komponen tertentu atau perbaikan jaringan dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Bagi masyarakat, keberadaan PJU bukan sekadar soal terang atau gelap. Penerangan jalan berkaitan dengan kenyamanan pengguna jalan, aktivitas masyarakat pada malam hari, hingga aspek keamanan di ruang publik.
Di balik setiap lampu jalan yang kembali menyala, ada proses pekerjaan yang tidak selalu terlihat masyarakat. Ada laporan yang harus dicatat. Ada lokasi yang harus didatangi. Ada komponen yang harus diperiksa. Ada kabel yang harus diganti. Ada teknisi yang harus menaiki crane dan bekerja di bawah terik matahari.
Semua itu dilakukan dengan jumlah personel yang hanya tujuh orang. Jika dalam setahun 2025 terdapat 1.071 laporan PJU mati, maka rata-rata terdapat hampir 90 laporan per bulan yang harus ditangani.
Pada 2026, jumlah laporan yang sudah diperbaiki juga telah mencapai 795 titik. Angka tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan UPT PJU berjalan dengan intensitas tinggi.
Di satu sisi, Kota Cirebon tengah diarahkan menuju proyek KPBU APJ, dengan memakan anggaran Rp 16,5 miliar lebih pertahunnya.
Di sisi lain, sistem PJU yang berjalan saat ini hanya dengan anggaran pemeliharaan ratusan juta rupiah, petugas UPT PJU yang hanya 7 orang, alat bantu berupa dua crane keluaran 2004 dan 2013, dan penanganan setiap hari yang dilakukan dari pagi bahkan malam hari. Bahkan hari libur juga berangkat melakukan perbaikan PJU. (cep)
