Dishub Punya UPT PJU: Personel dan Anggaran Masih Terbatas

Dishub
Dishub Punya UPT PJU: Personel dan Anggaran Masih Terbatas
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Rencana Pemkot Cirebon menjalankan proyek besar berupa Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ) tengah menjadi perhatian publik.

Proyek tersebut digadang-gadang menjadi salah satu upaya besar untuk meningkatkan kualitas penerangan jalan sekaligus membuat wajah Kota Cirebon semakin terang.

Namun, di tengah pembahasan mengenai proyek berskala besar tersebut, ada pekerjaan lain yang selama ini berlangsung hampir setiap hari dan mungkin tidak banyak terlihat. Pekerjaan itu dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon.

Baca Juga:RUU Perampasan Aset Jadi Ujian DPR, Dasco Cs Berani Mundur JikaTak Rampung pada 15 DesemberEvaluasi Haji 2026, Menhaj: Jangan Mainkan Data Jamaah

Dengan sumber daya yang terbatas, UPT PJU tetap menjalankan tugas memperbaiki ribuan titik lampu penerangan jalan yang mengalami gangguan. Pekerjaan tersebut bukan perkara sederhana. Sebab, laporan lampu PJU mati terus berdatangan.

Dalam satu bulan, jumlah laporan dapat mencapai sekitar 67 hingga 108 titik. Yang menarik, seluruh pekerjaan lapangan tersebut hanya ditangani oleh tujuh orang petugas. Mereka terdiri dari empat pegawai negeri sipil (PNS) dan tiga tenaga outsourcing.

Dengan jumlah personel yang relatif sedikit, para petugas tersebut harus menangani berbagai laporan kerusakan PJU yang tersebar di sejumlah ruas jalan Kota Cirebon.

“Perbaikan PJU dilakukan secara rutin, baik berdasarkan hasil monitoring petugas maupun laporan masyarakat,” papar Kepala Tata Usaha UPT PJU Dishub Kota Cirebon, Sugiharto Ajie.

Menurutnya, monitoring menjadi bagian penting untuk memastikan penerangan jalan tetap berfungsi. Namun, laporan dari masyarakat juga sangat membantu petugas dalam mengetahui titik-titik lampu yang mengalami gangguan.

Berdasarkan data yang didapat dari UPT PJU Dishub Kota Cirebon ini, menunjukkan tingginya aktivitas perbaikan. Tercatat dalam periode Januari hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 1.071 laporan PJU mati yang masuk dan harus ditindaklanjuti.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 941 suku cadang PJU dikeluarkan untuk kebutuhan perbaikan. Selain itu, petugas menggunakan sekitar 2.103 meter kabel dalam proses penanganan berbagai gangguan PJU.

Baca Juga:Di Forum Dunia, Anis Matta: Israel Harus Diadili, Kecam Saja Tak Cukup, OKI Harus Bertindak Jalan 24 Jam, APJ Hanya Malam Hari, Herawan: Andai Rp18 Miliar Per Tahun Itu untuk Jalan dan Drainase

Angka tersebut menggambarkan besarnya pekerjaan yang harus dilakukan oleh tim lapangan dalam menjaga lampu penerangan jalan tetap menyala.

Memasuki 2026, laporan kerusakan PJU juga masih terus muncul. Hingga data dari bulan Januari hingga Agustus 2026 terdapat 795 titik lokasi yang dilaporkan mengalami gangguan dan telah dilakukan perbaikan. Untuk menangani berbagai kerusakan tersebut, penggunaan kabel telah mencapai lebih dari 1.500 meter.

0 Komentar