Ia juga menilai pembangunan replika jembatan tetap dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari solusi. Misalnya dengan menghadirkan jembatan yang telah dimodifikasi bentuknya serta dilengkapi informasi sejarah mengenai jalur kereta api lama di kawasan Kalibaru.
Dalam forum RDP tersebut berbagai pandangan terus mengemuka. Anggota dewan beberapa kali meminta klarifikasi mengenai status aset, kondisi teknis jembatan, serta rencana penataan kawasan. Sementara perwakilan instansi yang hadir menyampaikan penjelasan dari sudut pandang masing-masing.
Diskusi berlangsung dalam suasana serius. Beberapa kali muncul argumen, namun forum tetap berjalan tertib. Setiap pihak diberikan kesempatan menjelaskan pandangan serta menjawab pertanyaan yang muncul dalam rapat. Pembahasan juga menyinggung pentingnya pelestarian sejarah dalam pembangunan kota. Di sisi lain, aspek keselamatan infrastruktur serta kebutuhan penataan kawasan sungai juga menjadi perhatian.
Baca Juga:Satu Kloter Jamaah Haji Beda Hotel, Koordinasi Jadi KunciUang Lift Rp770 Juta Proyek Gedung Setda, Furqon: Disita dari Indo Raya, Bukan dari Pak Azis
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik mengatakan para pihak akan bertemu untuk merumuskan solusi terbaik. “Pak Walikota sudah menyampaikan secara langsung menampung semua aspirasi. Intinya hari ini rapat ini untuk menemukan solusinya. Selanjutnya Pak Wali akan mengajak semua pihak untuk merumuskan,” terangnya.
Fitrah juga menyampaikan bahwa solusi dari BBWSCC juga menjadi pertimbangan. Seperti besi jembatan ditinggikan dan akan diperbaiki lagi dengan model yang kekinian, tapi tidak meninggalkan prinsip budaya dan sejarahnya.
Fitrah pun mengingatkan kepada walikota agar lebih hati-hati dan bisa merumuskan tentang objek-objek cagar budaya ataupun yang diduga cagar budaya agar tidak semakin hilang. “Hampir setiap tahun ada saja cagar budaya, objek diduga cagar budaya hilang. Jadi diharapkan ke depan Pak Wali lebih selektif dan hati-hati dalam menata Kota Cirebon. Karena ini adalah kota tua, kota sejarah,” terangnya.
Di tempat yang sama, Endang Kusuma Sari dari Cirebon Golden Heritage, lembaga riset dan pengembangan sejarah independen, juga menyoroti rel kereta di atas Sungai Sukalila. Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut memiliki nilai historis yang tinggi. Menurut Endang, Cirebon pada masa lalu memiliki peran penting sebagai jalur perdagangan, termasuk dalam “jalur sutra” rempah-rempah.
