RDP bahas Pembongkaran Rel, Replika atau Rekonstruksi Rel Kalibaru, Pemkot Harus Hati-hati soal Jejak Sejarah

RDP bahas Pembongkaran Rel
PENJELASAN: Walikota Effendi Edo menjawab pertanyaan wartawan usai rapat dengar pendapat di DPRD Kota Cirebon, kemarin. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

Ia mengungkapkan bahwa rel tersebut itulah yang pernah menjadi pusat berbagai komoditas yang kini sudah tidak lagi ditemukan. “Kita tidak pernah tahu bahwa Cirebon dulu pernah membudidayakan kapas dan pala. Banyak komoditas yang sekarang hilang, padahal dulu ada. Keberadaan jembatan rel tersebut menjadi salah satu bukti fisik yang dapat menjelaskan sejarah ekonomi dan peradaban Cirebon,” ungkapnya, kemarin.

Endang menyebut pihaknya memiliki berbagai dokumen sejarah, termasuk catatan pengiriman 535 kilogram tepung tapioka pada tahun 1971 melalui jalur rel. Artinya, kata dia, sejarah jembatan rel tersebut sangat kaya, dan bisa dikaitkan dengan perkembangan ekonomi.

Katanya, yang utama bukan hanya benda fisik, melainkan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Meski tak menutup kemungkinan adanya rekonstruksi, ia berharap kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan aspek pelestarian. “Nilainya bukan sekadar bangunan lama. Kalau pun harus direkonstruksi, sebaiknya tidak menghilangkan jejak aslinya,” katanya.

Baca Juga:Satu Kloter Jamaah Haji Beda Hotel, Koordinasi Jadi KunciUang Lift Rp770 Juta Proyek Gedung Setda, Furqon: Disita dari Indo Raya, Bukan dari Pak Azis

Ia juga menyoroti masih adanya sisa struktur jembatan rel di beberapa lokasi. Seperti di Pilang, meskipun kondisinya terbatas. Dari sisi teknis, ia menyebut struktur di Sukalila masih relatif lebih kuat. Endang mengapresiasi langkah PT KAI yang memiliki unit khusus pelestarian cagar budaya.

Namun, ia mengingatkan bahwa jika rekonstruksi tidak memungkinkan dan harus diganti dengan replika, maka penyajiannya harus disertai literasi sejarah yang memadai. “Jangan hanya jadi pajangan tanpa penjelasan. Kalau dibuat replika, harus ada narasi yang jelas dan melibatkan sejarawan,” tandasnya. (ade/cep)

0 Komentar