RADARCIREBON.COM – Memasuki musim kemarau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lahan kering, kebun, rumpun bambu, maupun area yang dipenuhi ilalang.
Imbauan itu disampaikan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Sarana Prasarana, dan Penyelamatan (PPSP) Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana kepada Radar Cirebon, kemarin.
Diungkapkan Eno, sebagian besar kebakaran lahan dipicu aktivitas manusia, seperti membakar sampah atau sisa rumput tanpa pengawasan.
Baca Juga:Diskominfo Kuningan Perkuat Tata Kelola Data Lewat Penyusunan Metadata Statistik SektoralVino Pulang Sehat, Bunda EL Menangis Haru
“Pada musim kemarau seperti sekarang, api sangat mudah membesar karena kondisi vegetasi yang kering dan tiupan angin. Kebakaran kecil bisa dengan cepat merambat ke lahan lain bahkan mengancam permukiman warga,” ujar Eno.
Imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, petugas Disdamkarmat telah menangani sejumlah kebakaran lahan yang nyaris berdampak lebih luas.
Salah satunya kebakaran rumpun bambu di Desa Greged pada 8 Juli 2026 yang diduga dipicu pembakaran sampah di dekat vegetasi kering.
Api bahkan sempat merobohkan bambu yang menimpa genteng rumah warga sebelum akhirnya berhasil dilokalisasi petugas sehingga tidak merembet ke permukiman.
Pada hari yang sama, petugas Damkar Sektor Losari juga melakukan pendinginan di lokasi kebakaran kandang kambing di Desa Kalisari.
Peristiwa tersebut diduga bermula dari pembakaran rumput sisa pakan kambing yang ditinggalkan hingga api merembet ke bangunan kandang.
Menurut Eno, dua kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kebiasaan membakar sampah maupun rumput di musim kemarau dapat berujung pada kebakaran yang sulit dikendalikan.
Baca Juga:Tersangka Peragakan 43 Adegan, Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus PenganiayaanWacana Pergantian Nama Jawa Barat Masih Sebatas Aspirasi, DPRD Jabar Siap Serap Masukan
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, ilalang, maupun sisa pakan ternak di area terbuka. Jika terpaksa melakukan pembakaran, harus dipastikan tetap diawasi hingga api benar-benar padam.
Selain menghindari pembakaran terbuka, masyarakat juga diminta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik, tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang dipenuhi rumput kering.
“Kami mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi,” katanya.
