RADARCIREBON.ID – Perhatian pemerintah terhadap seniman dan sanggar seni dinilai masih minim. Hal itu disampaikan Pelestari Tari Topeng Losari, Nur Anani M Irman, berdasarkan pengalamannya dalam menjalankan kegiatan kesenian di Sanggar Purwa Kencana, Desa Losari, Kabupaten Cirebon.
Menurut Nur Anani, perhatian yang diberikan kepada sanggar dan seniman seharusnya tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga kesempatan untuk tampil dan mendapatkan apresiasi.
Salah satu yang masih dirasakannya adalah keterbatasan ruang pentas bagi para pelaku seni.
Baca Juga:2027, PPPK Paruh Waktu Berpeluang Diangkat Penuh Waktu, Ini Kata BKPSDM CirebonTRIKARSA Fest 2026 Berakhir, Peluang Ekonomi Ciayumajakuning Terus Berjalan
“Menurut saya, perhatian kepada sanggar dan para seniman masih minim. Termasuk untuk tersedianya ruang pentas atau apresiasi,” ujar Nur Anani kepada Radar Cirebon.
Perempuan yang akrab disapa Mbak Nani itu menyatakan, ruang pentas penting bagi keberlangsungan kegiatan seni.
Selain menjadi tempat menampilkan karya, kesempatan tersebut juga dapat menjadi motivasi bagi anak-anak yang selama ini belajar kesenian tradisional di sanggar.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat dirinya dan Sanggar Purwa Kencana berhenti melakukan pembinaan. Kegiatan latihan Tari Topeng Losari tetap dilakukan secara rutin setiap Sabtu dan Minggu.
Puluhan anak mengikuti latihan untuk meningkatkan kualitas keterampilan mereka. Latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari mempelajari gerakan dasar hingga memahami karakter dan nilai yang terkandung dalam Tari Topeng Losari.
Nur Anani mengatakan konsistensi latihan menjadi bagian penting dalam menjaga kemampuan siswa sekaligus mempertahankan keberlangsungan seni tradisional.
“Kami tetap rutin latihan setiap Sabtu dan Minggu. Anak-anak terus belajar untuk meningkatkan kualitas keterampilan mereka,” katanya.
Baca Juga:Kembalikan Fungsi RTH, Bangunan Liar di Harjamukti DiratakanManusia Gerobak Makin Marak di Kota Cirebon
Menurutnya, semangat anak-anak untuk belajar menjadi alasan dirinya tetap menjalankan kegiatan sanggar.
Di tengah keterbatasan perhatian dan ruang apresiasi, proses regenerasi tetap harus dilakukan.
Ia berharap, kedepan perhatian terhadap sanggar dan seniman dapat semakin ditingkatkan, terutama dengan memberikan ruang yang lebih luas bagi mereka untuk tampil dan memperkenalkan karya kepada masyarakat.
Bagi Nur Anani, dukungan tersebut penting agar anak-anak yang belajar seni memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus tumbuh dengan rasa bangga terhadap kesenian tradisional. (awr)
