Gandeng Universitas PGRI Semarang, IPB Cirebon Perkuat Kurikulum PGSD Berbasis OBE

IPB Cirebon dan UPGRIS
PERKUAT KURIKULUM: IPB Cirebon dan UPGRIS memperkuat sinergi melalui benchmarking pengembangan kurikulum PGSD berbasis OBE, kemarin. FOTO: IPB CIREBON FOR RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Institut Prima Bangsa (IPB) Cirebon terus mendorong penguatan kualitas pendidikan calon guru sekolah dasar melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan pendidikan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan benchmarking pengembangan kurikulum Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ke Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Rombongan IPB Cirebon berjumlah tujuh orang yang terdiri dari dosen Prodi PGSD.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi IPB Cirebon untuk mempelajari praktik baik UPGRIS dalam mengembangkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan pendidikan dasar, kebijakan pendidikan, dan transformasi pembelajaran di era digital.

Baca Juga:Dosen IPB Cirebon Didorong untuk Raih Jabatan Akademik hingga Guru BesarHarga Gabah Turun, Petani Cirebon Mulai Hadapi Krisis Air

Kaprodi PGSD IPB Cirebon, Ratri Nuryani Qudwatullathifah MPd mengatakan, benchmarking tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertukaran informasi, tetapi bagian dari upaya memperkuat kurikulum PGSD agar semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan dunia pendidikan.

“Tujuan kami melaksanakan benchmarking ke Universitas PGRI Semarang pada Prodi PGSD yaitu untuk memperoleh praktik baik mengenai pengembangan kurikulum yang berbasis Outcome Based Education,” ujar Ratri.

Menurutnya, salah satu fokus yang dikaji adalah penyelarasan profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), bahan kajian, hingga struktur mata kuliah dalam kurikulum PGSD.

“Kami juga bertujuan mendukung penguatan kurikulum Prodi PGSD yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa kami di Institut Prima Bangsa,” katanya.

Menurut Ratri, pengembangan kurikulum tersebut penting di tengah perubahan pembelajaran di sekolah dasar yang semakin dinamis.

Calon guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi perkembangan teknologi, perubahan kebijakan pendidikan, serta kebutuhan pembelajaran yang lebih kontekstual.

“Karena itu, kurikulum harus terus disesuaikan agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar saat ini,” tuturnya.

Baca Juga:Rumah Sakit Daerah Dikepung Swasta, DPRD Dorong Perkuat Layanan dan Dokter Spesialis di RSUDStreet Coffee Marak, Ini Usulan untuk Pemkot, Segera Benahi Parkir, dan Revitalisasi Lantai Dua Plaza Panjunan

Penguatan kurikulum tersebut juga diarahkan agar selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisintek), khususnya dalam mendorong perguruan tinggi menghasilkan program yang memberikan dampak nyata.

“Kami ingin proses pengembangan kurikulum ini tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar berdampak terhadap kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan,” ujar Ratri.

0 Komentar