Pataraksa Segera Dibenahi Bertahap, Alokasi Anggaran Rp475 Juta, Masuk Tahap Lelang

Alun-alun Pataraksa
TERBENGKALAI: Alun-alun Pataraksa di pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon segera diperbaiki oleh Dinas Lingkungan Hidup. Tampak sejumlah fasilitas yang masih rusak, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Alun-alun Pataraksa di pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon segera dibenahi. Tahun ini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp475 juta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono ST mengatakan, alokasi anggaran perbaikan Alun-alun Pataraksa senilai Rp475 juta itu memasuki tahap lelang.

“Anggaran Rp475 juta tersebut disiapkan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan,” ujar Dede kepada Radar Cirebon.

Baca Juga:Cuaca Sudah Membaik tapi Tangkapan Nelayan Citemu Seret, Ternyata Ini PenyebabnyaDLH Waspadai Potensi Kebakaran Spontan di TPA

Untuk proses lelang, Dede memperkirakan selesai pada pertengahan Agustus mendatang, sehingga pekerjaan bisa segera dimulai.

Ditegaskannya, fokus pekerjaan tahun ini diarahkan pada perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan agar kawasan alun-alun kembali nyaman digunakan masyarakat.

“Beberapa pekerjaan yang akan diperbaiki meliputi pengecatan sejumlah fasilitas, perbaikan galeri yang mengalami kerusakan, pembenahan reling atau pagar, perbaikan lantai yang ambles, hingga tangga yang rusak,” terangnya.

Menurutnya, pembenahan Alun-alun Pataraksa dilakukan secara bertahap lantaran keterbatasan anggaran.

Sebab, jika dihitung total, kebutuhan riil untuk menata kembali seluruh kawasan Alun-alun Pataraksa diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

“Kalau dihitung secara keseluruhan kebutuhannya sekitar Rp3 miliar. Tetapi dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, yang penting ada progres dulu. Kita benahi sedikit demi sedikit sampai tuntas 100 persen,” ungkapnya.

Selain melakukan perbaikan fisik, lanjut Dede, pihaknya juga berencana mengajak pimpinan daerah serta para budayawan untuk berdiskusi mengenai konsep pengembangan Alun-alun Pataraksa ke depannya.

Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru alun-alun yang tidak hanya representatif sebagai ruang publik, tetapi juga memiliki nilai budaya dan identitas daerah.

Baca Juga:Segera Bentuk Pansel Calon Direksi Baru, Pemkab Targetkan Merger BKC dan BCJ Tuntas di 2027Tunggu Perbup, Tunjangan Dokter Spesialis RSUD Arjawinangun Cair di APBD Perubahan

Dede mengaku, DLH sebenarnya telah berupaya mencari dukungan pendanaan dari Pemprov Jabar. Namun, tidak ada alokasi anggaran.

“Sudah kami usahakan ke provinsi, tetapi belum ada alokasi anggaran. Apalagi sekarang aset Alun-alun Pataraksa sudah diserahkan menjadi milik Pemerintah Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Cirebon, pembangunan Alun-alun Pataraksa ini telah menelan anggaran Rp15,7 miliar lebih, yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat.

Tahap pertama pada tahun 2021 menghabiskan anggaran Rp11,6 miliar. Kemudian, dilanjutkan tahap kedua pada tahun 2023 dengan anggaran Rp4,1 miliar. Untuk tahap pertama pekerjaan konstruksi. Sedangkan, tahap kedua untuk pekerjaan finishing, termasuk pembangunan gapura.

0 Komentar